Polisi Oh Polisi…

Lebaran bentar lagi, tidak lebih dua minggu lagi. Emang sih budaya di Indonesia, kalo mau lebaran, puasa, bahkan hari besar agama lainnya barang kebutuhan pokok meningkat harganya. Bahkan Sembako naik, namun bahan konveksi dll naik juga. Aneh benar kelihatannya. Disaat kondisi seperti ini (ekonomi morat-marit) masih harus dibebani dengan kenyataan harga kebutuhan pokok yang melambung tinggi. mengelus dada…

Suatu hari di hari kamis, tepat nya 3 Oktober 2007, tempatku bekerja, tempat tinggalku, tempat pengalamanku pertama di kota metropolitan Palembang, kedatangan tamu istimewa. Kurang lebih ada 8 oranglah, mereka berpakaian safari necis, dan sisiran rambut yang ok, pokoknya siplah. Diantara mereka-mereka itu, ada 2 orang yang sepertinya lebih kalem, slowdown bawaannya. Berhati-hati sekali dia menanyakan, bangku mana yang kosong dan bisa dipakai untuk ngenet. Sebagai OP, kukasih tahu tempat yang nyaman dan sesuai dengan dia, tampangnya begitu menyakinkan, dan kalau ada pemilihan ketampanan, mungkin dia ini menjadi salah satu finalis, karena Cool dan CalmDown. Begitu terlintas dalam benak. Namun tak berapa lama datang beberapa orang yang lain, dengan pakaian yang rapi-rapi, tidak seperti pakaianku yang apa adanya. maklum aku bukan tipe co yang rapi, malahan lebih kepada autan bin aca-acakan. jadi melihat tampilan om-om yang keren abiez kayak gini, rasanya ada sih perasaan gak enak. Namun itu cepat-cepat kutepis untuk menghilangkan perasaan yang bukan-bukan.

to be continue…

Aku Illfeel

Terus terang, aku suka dengan dia, aku suka dan senang dengan keluarganya yang sudah berbuat baik kepadaku. Dia, adik beradiknya, nenek, kakek, bapak, ibu, bahkan keluarga sebelah menyebelah telah mengenal aku dan sedikit tentang kelurgaku. Aku jug abegitu, bahkan aku merasa menjadi bagian dari keluarga mereka, dan sudah sangat dekat malah. Aku tak munafik, aku suka dengan dia, walaupun secara fisik banyak hal yang tidak menarik perhatianku, karena sebagai lelaki normal, aku tahu apa yang bisa menarik perhatianku dari seorang wanita. Apakah putihnya kulit, tubuh montok, bibir yang tipis dan sensual, bahkan dada dan pinggulnya yang seksi. Aku rasa dari kesemua itu belum dimilikinya. Namun semua itu kutepis untuk sementara waktu karena kalah oleh kecintaanku dengannya dan keluarganya (aku ingin menyuntingnya menjadi istriku kelak). Aku ingin ia benar-benar menjadi milikku kelak.

Memang aku sadar bahwa aku bukan seorang lelaki yang lebih dari rata-rata yang bisa menjadi perhatian lebih dari kaum wanita. Tapi setidaknya dari beberapa orang yang sempat kutemui, aku bukan pula seorang yang terlalu mengecewakan secara umum. Baik dari segi pergaulan, dan fisikpun tidak terlalu ‘aneh’ masih bisa diajak kompromi.

Aku tak mengetahui aku suka dengan dia, pada awalnya. Tapi setelah beberapa hari dekat dengan ibunya, aku baru tau kalau dia suka dengan aku (kata ibunya), bahkan ia pernah cemburu karena dia tahu ada temannya senang dengan aku (kata ibunya). Dan pernah ‘ibunya lagi’ kirim pesan dengan aku bahwa ia berharap aku bisa menjadi pendamping anaknya ini di kemudian hari. Dan ini ku fikir memang tulus dari ibunya berharap seperti itu.

Ok… Aku terima semua perrnyataan itu, bahkan aku berharap seperti itu, karena memang aku suka dengan dia. Bukan karena apa-apa, karena orang tuanya baik-baik dan menurut aku berasal dari keluarga yang baik-baik. Ok.. It’s Ok Easy Going.

Beberapa bulan kuperhatikan, baik pergaulan, tingkahnya dengan orang tuanya, bahkan teman-teman sekolahnyapun ku amati, untuk mengetahui karakter serta siapa sebenarnya perempuan ini, yang menjadi dambaan keluarganya bersanding denganku dikemudian hari. Bulan-bulan pertama aku masih mentolerir semua yang dilakukannya, mulai dari kemanjaannya yang tidak pantas ‘bagiku’ sampai pada ketidakmandiriannya menghadapi suatu masalah, yang sekecil apapun. Semua menjadi perhatianku.

Toh, padahari ini aku melihat semua kejadian yang tidak sepantasnya dilakukan oleh seorang perempuan umur 18 tahun, yang sedang di tinggal pergi orang tuanya sebentar, namun tidak terlintas untuk menjaga semua kerapian dan keapikan rumah itu. Aku menggeleng kepala. Kok bisa-bisanya perempuan ini betah tinggal di rumah yang kotor dan bau seperti ini. Ieh……..Ihihihihi…. Amit-amit deh. Gak banget… ni cewek pemalas banget. Apa alasnnya…. Capek pulang kuliah (pulang kuliah jam 2, kejadian jam 6) adakah alasannya masuk akal…? Dasar pemalas, hahahahaha… šŸ˜›

Sudah lah, gak ada alasan seperti itu. Cukuplah sampai disini saja pengamatanku tentang dikau, Aku illfeel banget loh. Aku bukan orang yang pembersih, apalagi rajin bersih-bersih rumah. Tapi, buat seorang perempuan, ada penilaian tersendiri tentang hal itu.

Jadilah Wanita Idaman yang pembersih dan rapi,

Kecewa Dan Kasihan

Sebenarnya ini hanya perasaan sepihak, dan belum tentu kebenarannya bagi orang yang mengalaminya.

Beberapa bulan yang lalu, aku menawarkan kepada teman saya untuk mencurahkan semua yang ada dalam fikirannya dalam sebuah Blog, dan itu adalah wordpress dot com. Tak ada niat lain selain untuk memberikan kesempatan kepada kawan saya tersebut agar ilmu dan unek-uneknya tidak hanya di pendam begitu saja dalam dirinya, melainkan dibagi kepada orang lain. Karena menurut pertimbangan saya dia adalah orang yang diberi kelebihan dibandingkan dengan yang lainnya. dalam hal ketelitian, pola fikir, dan pengetahuannya dalam bidang Sains, Kedokteran, dan Bahkan ilmu Agama.

Dia adalah teman sekelas teman saya, dan merupakan jagoan di kelas, (waktu sma) dan mendapatkan “cum laude” pada Universitas kami, dalam bidang “EfKa”. Dan itu memang sudah terbukti, baik kalangan kami dan teman-teman lainnya. Jadi dengan kesimpulan sederhana ini saya sangat berharap keilmuan yang ada dalam dirinya akan bermanfaat sekali bila di bagi-bagikan dengan para pembaca blog or bloger di seluruh dunia ini, baik pandangan dan ilmu-ilmu yang sedang dia dalami “EfKa” tersebut, sehingga dunia keilmuan di Indonesia ini minimal sediktiĀ  akanĀ  bertambah hasanahnya atas kehadiran dia dalam dunia blog tersebut.

Hanya itu yang kuharapkan dari dia, agar menjadi bloger yang berbobot, dan berwibawa denganĀ  sudut pandang keilmuan yang dia geluti. baik dalam penyampaian maupun dalam tanggapanĀ  respon pembaca tulisannya.

Namun dalam beberapa minggu terakhir kuikuti cara penulisannya dan materi yang disampaikan seolah-olah hanyalah sebuah bentuk lain dari blog-blog lainnya yang tidak berbobot dan lebih pada pencarian Popularitas biasa, padahal aku menilainya dia bisa menjadi lebih dari itu, menjadi seorang yang dikagumi bukan dari pendapat-pendapat kontroversial murahan dan curhat yang rendahan seperti itu, melainkan dia bisa menjadi sebagai bloger yang handal dalam segi keilmuan dan menjadi teladan bagi bloger lain untk menjadi seperti dia. Namun sementara dugaanku salah, aku belum melihat dia menjadi seperti harapan seorang teman akan kedatangan bloger yang berbeda aliran dari bloger-bloger kebanyakan. Dia masih seperti yang lain. Aku hanya berharap dia menjadi seperti bloger yang benar-benar mumpuni dan bersikap bijaksana,(tidak terkesan sombong) dengan kelebihan yang dimilikinya. (mungkin saja aku yang salah menilai)

Selanjutnya….

Malam ini, aku bicara-bicara singkat dengan seorang karyawan wanita, sebuah perusahaan Konveksi (jualan baju/distro) yang ada di sebelah rumahku. Kulihat badannya yang agak kusut dan tidakĀ  terurus (sehingga kalo dia mengangkat tangan kelihatan perutnya),Ā  dia cerita ternyata kerja itu tidak enak. Sering kena marah, dan banyak hal-hal yang membuat dia tidak kerasan bekerja di tempat itu.

Aku tidak menanyakan gajinya, sebab aku bayangkan tidak seberapalah gaji sebagai penjaga toko, sama seperti aku. Namun aku betul-betul kasihan karena Dia ini dan teman-temannya harus pulang bahkan sampai larut malam.

Aku tidak bisa membayangkan seorang gadis harus pulang larut malam untuk bekerja {dia bilang tidak kena marah orang tuanya, dia lahir ’89 (masih sangat muda)}, dan bahkan dia bilang uang bukan tujuan utamanya, Wewwwwww…. Aku gak habis fikir. Gimana perasaan orang tua dan saudara-saudaranya dengan keberadaan gadis ini. Aku bingung sendiri. Aku baru tahu dunia ini memang begitu adanya..

Sedangkan yang punya ‘distro’ itu seolah tidak tahu menahu kalo pegawainya pulang, bahkan sampai 23.30 WIB dengan rumah yang jauh. Aduhhhhhhhhh…..

Aku kasihan benar dengannya. Aku berfikir bagaimana kalo keluarga saya, anak saya, atau saudara perempuanku harus begitu bekerja membanting tulang. harus di taruh dimana lagi muka ini.

De’ Aku kasihan benar dengan kalian. Semoga kalian mendapat pekerjaan yag lebih baik dimasa depan. Aku belum bisa membantu, hanya bisa berdoa saja.

šŸ˜¦ Ā  Ā  Ā  šŸ˜¦

Aku cinta karena betisnya

Pernah temannya kost datang untuk mengembalikan sebuah buku yang dipinjamnya. Sebut saja namanya “Mina”, aku sedang sendiri, dia datang sendiri berniat untuk mengembalikan buku yang dipinjamnya dari teman sekosku. Dia memakai jilbab, bahasa kerennya jilbab gaul. Jilbab yang tidak standar.

Kesorean harinya aku tanya No HP wanita itu dengan temanku, dan serta merta dikasihnya dengan mudah. Aku SMS dan ternyata ada respon. Itu respon awal tentang dia. Terus terang perkenalanku hanya seminggu, dan itupun tanpa ada rasa kasih sayang antar aku dan dia. Yang ada hanya nafsu dan itu ternyata yang diinginkannya. Aku menjadi liar setelah bertemu dengan dia, semua seluk beluknya hampir saja kulalui dengan sukses, namun sayang, aku belum menjadi seliar sekarang ini dengan wanita. dan itu sudah kubuktikan dengan wanita lainnya bulan Februari yang lalu. Aku liar karena wanita, dan aku akan menikmati setiap lekuk tubuh wanita selagi aku bisa mendapatkannya untukku dan hanya untukku. Aku memang egois.

Sekarang aku suka dengan ‘gadis kesayangan dosenku’ dan anak FK itu menjadi kenangan terburukku. Menjadi sampah diantara tumpukan sampah yang benar-benar merusak.

Malam Minggu 29 Sept 2007

Seharian kuhabiskan waktu untuk tidur-tiduran di lantai 3 warnet, tempatku bekerja. Setelah pagi harinya kusibukkan untuk mengurus sebuah undangan pelatihan bulan nopember. Pagi hari aku sudah bangun untuk sahur dan seharusnya sholat subuh kulakukan juga, namun setelah sahur aku menunggu azan subuh, namun aku terlena dan akhirnya subuh kujalani setelah pukul 06.10 WIB. Rencana awal untuk mengejar target yang sudah aku siapkan yaitu menyelesaikan undangan dan menandatangani dengan pihak yang berwenang. Langkah awal pun aku lewati dengan baik tanpa ada halangan sedikitpun, dan ternyata pertemuan dengan guru SMA dulu telah mengingatkan aku pada masa-masa SMA dan aku bangga bertemu dengan beliau dan berfoto bersama pada hari wisuda beliau menjadi M.Si, pertemuan yang sama sekali tidak aku duga sama sekali, dan itu ternyata sangat mendadak dan…. Read more »

Over Load

Sebuah impian masa kecil, merubah sedikit demi sedikit arah perjalanan yang kini kujalani. Sebuah harapan besar dengan cara menempel seperti ikan remora dan ikan paus merupakan nasehat alam kepadaku. Perasaan yang seakan mudah untuk dilalui dengan berbekal seadanya. Bayang-bayang kasih sayang, bayang-bayang kemapanan dan kehidupan yang layak selalu mempengaruhi pola fikir dan langkah-langkahku. Untaian kata-kata, doktrin-doktrin bapakku menjadi bayang bayang setiap langkahku, aku harus menjadi seperti kata-kata beliau. Aku harus menjadi Soekarno dan Agus Salim serta HOS. Cokro Aminoto dalam masa depanku nanti. Read more »